Banyak orang masih ragu memasang CCTV karena khawatir kamera yang menyala selama 24 jam akan membuat tagihan listrik membengkak.
Padahal, konsumsi listrik CCTV sebenarnya cukup kecil dibandingkan peralatan elektronik rumah tangga lainnya. Dengan perhitungan yang tepat, Anda bisa mengetahui berapa biaya listrik CCTV setiap bulan.
Berapa Watt Daya yang Dibutuhkan CCTV?
Konsumsi listrik CCTV tergantung dari jenis kamera, jumlah kamera, DVR/NVR, serta perangkat pendukung lainnya.
Sebagai contoh:
Satu kamera CCTV outdoor biasanya membutuhkan daya sekitar 3 watt sampai 8 watt.
Sedangkan DVR atau NVR membutuhkan daya sekitar 10 watt sampai 30 watt tergantung jumlah channel dan fitur yang digunakan.
Misalnya sebuah sistem CCTV dengan:
4 kamera CCTV
DVR 4 channel
Harddisk untuk penyimpanan rekaman
Adaptor dan perangkat jaringan
Total konsumsi daya rata-rata sekitar 30 watt sampai 50 watt.
Cara Menghitung Biaya Listrik CCTV 24 Jam
Rumus sederhana:
Daya listrik (Watt) ÷ 1000 × Lama pemakaian (jam) × Tarif listrik per kWh
Contoh perhitungan:
Sistem CCTV menggunakan daya 40 watt.
40 watt ÷ 1000 = 0,04 kWh
Jika menyala selama 24 jam:
0,04 × 24 jam = 0,96 kWh per hari
Dalam 30 hari:
0,96 × 30 = 28,8 kWh per bulan
Jika menggunakan tarif listrik sekitar Rp1.500 per kWh:
28,8 × Rp1.500 = Rp43.200 per bulan
Jadi biaya listrik CCTV 4 kamera yang menyala 24 jam kurang lebih hanya sekitar Rp40 ribuan per bulan.
Apakah CCTV Lebih Boros Jika Menyala Malam Hari?
Tidak terlalu.
Sebagian besar CCTV modern menggunakan fitur infrared atau night vision yang hanya membutuhkan tambahan daya kecil ketika kondisi gelap.
Bahkan beberapa kamera memiliki fitur smart IR yang dapat mengatur kekuatan lampu infrared sesuai kondisi lingkungan.
Apa Saja yang Membuat CCTV Lebih Boros Listrik?
- Beberapa faktor yang dapat meningkatkan konsumsi listrik CCTV:
- Jumlah kamera semakin banyak.
- Menggunakan kamera dengan fitur tambahan seperti PTZ (kamera yang bisa berputar dan zoom).
- Menggunakan banyak perangkat jaringan tambahan.
- Menggunakan monitor yang menyala terus menerus.
- Menggunakan lampu tambahan untuk area pengawasan.
- Biasanya yang paling banyak menggunakan listrik bukan kameranya, tetapi perangkat tambahan seperti monitor atau lampu penerangan.
Apakah Lebih Baik Mematikan CCTV Saat Tidak Digunakan?
Sebaiknya tidak.
Tujuan utama CCTV adalah memberikan keamanan selama 24 jam. Mematikan CCTV ketika rumah kosong justru membuat area tidak terpantau saat terjadi kejadian.
Dengan konsumsi listrik yang relatif kecil, CCTV tetap bisa bekerja sepanjang waktu untuk menjaga keamanan rumah, toko, atau tempat usaha.
Tips Agar CCTV Tetap Hemat Listrik
- Gunakan kamera CCTV sesuai kebutuhan area.
- Pilih kamera dengan teknologi hemat daya.
- Gunakan adaptor berkualitas agar daya lebih stabil.
- Matikan monitor jika tidak diperlukan.
- Gunakan fitur motion detection jika ingin mengurangi rekaman yang tidak penting.
Kesimpulan
CCTV yang menyala 24 jam tidak membuat listrik menjadi boros. Rata-rata sistem CCTV rumah dengan beberapa kamera hanya membutuhkan biaya listrik sekitar puluhan ribu rupiah per bulan.
Dibandingkan manfaatnya untuk keamanan rumah, toko, atau usaha, konsumsi listrik CCTV tergolong sangat kecil.
Jadi, jangan khawatir memasang CCTV hanya karena takut tagihan listrik naik. Yang terpenting adalah memilih jenis CCTV yang sesuai dan melakukan pemasangan dengan benar.
